Picky Eater? Sebuah Tahapan atau Gangguan Makan

Setelah masa satu tahun pertama dilewati maka anak sudah melewati masa-masa makanan pendamping ASI yang dimulai dengan bubur cair, berlanjut bubur kasar, nasi lembek sampai nasi tim. Setelah satu tahun anak diharapkan memasuki tahap makan makanan yang sesuai dengan keluarga (table food). Nutrisi diharapkan terpenuhi dari makanan yang masuk, sementara susu sebagai salah satu sumber kalsium.
Namun bagaimana bila anak tidak mau makan makanan yang kita tawarkan? Bagaimana bila anak hanya mau satu-dua jenis makanan saja dan tidak mau makan makanan yang lain? Betulkah bila hal ini terjadi anak saya menderita gangguan makan (eating disorder) dan membutuhkan terapi? Sabar, tahan napas anda, dan pastikan apakah yang termasuk dalam gangguan makan (eating disorder). Anda bisa menemukan jawabannya di artikel GANGGUAN MAKAN.
Kemudian bagaimana dengan picky eater? Apakah ini pertanda anak alergi? Atau pertanda anak sakit? Atau memerlukan suplemen dan vitamin bahakan susu cair karena takut kekurangan gizi? Percayakah anda bahwa picky eater adalah satu fase dalam kehidupan batita, yang berarti semua menghadapinya. Dan hal ini bisa dilalui dengan baik. Anda bisa melihat pada artikel pendukung BAGAIMANA MEMBUAT WAKTU MAKAN MENJADI LEBIH BAIK, BATITA DI MEJA MAKAN, TIPS UNTUK ANAK PEMILIH dan PICKY EATER DAPAT DITURUNKAN DARI ORANG TUA. Artikel-artikel tersebut menyatakan bahwa suasana makan dan konsistensi orang tua dalam pemberian makan akan membantu menghadapi masa pemilihan makanan ini. Konsistensi orang tua dalam memberikan arahan akan membimbing anak dalam pola makan sehat di masa depannya kelak dan tidak pernah disebutkan pemberian suplemen vitamin, mineral atau makanan cair dalam penanganannya.
Kecukupan nutrisi dapat anda lihat dalam PANDUAN GIZI UNTUK BATITA.
Cerdas, cermat, konsisten akan membantu anda dalam pemberian makan pada batita dan tidak terjebak dalam pemberian solusi instan yang sebetulnya tidak bermanfaat dalam membangun pola makan sehat itu sendiri. Jadilah role model yang terbaik bagi batita anda.
Saran untuk membentuk pola makan sehat dapat dilihat pada artikel POLA MAKAN SEHAT.

Mari kita berikan bekal pengetahuan, sikap dan perilaku makan sehat bagi anak-anak kita, karena sekarang untuk masa depan!

Salam SEHAT
sehat@yahoogroups.com
www.sehatgroup.web.id

Kutu Rambut (Head Lice)

DEFINISI

Lice (kutu) adalah parasit yang dapat ditemukan di kepala dan badan. Kutu pada manusia hidup dengan jalan memakan darah yang dihisap dari kulit. Jenis kutu pada masing – masing bagian tubuh berbeda satu sama lain. Pada manusia, dikenal 3 macam yaitu :

· Pediculus humanus capitis (head louse ) yang menyerang daerah kepala,

· Pediculus humanus corporis (body louse, clothes louse) yang menyerang daerah badan, dan

· Pthirus pubis (pubic / genital louse) yang menyerang daerah kemaluan

Guidelines dibawah ini khusus membahas mengenai head lice.

Head lice / Kutu rambut dewasa berukuran panjang 2,1 – 3,3 mm. Kutu rambut bersarang di rambut, leher dan menyematkan telurnya pada pangkal batang rambut. kutu bergerak dengan cara merambat / berjalan, bukan terbang atau melompat.

Seseorang yang menderita kutu rambut disebut mengalami infestasi, bukan mengalami infeksi. hal ini disebabkan kutu rambut tersebut tidak menyebabkan reaksi infeksi melainkan hanya menggerombol (berinfestasi) di kulit kepala.

SIKLUS HIDUP

Sikulus hidup kutu rambut terdiri dari 3 tahap : telur, nimpa, dan dewasa.

Telur : telur kutu rambut berukuran 0,8 – 0,3 mm dan berbentuk oval. Telur diletakkan oleh betina dewasa pada pangkal rambut yang terdekat dengan kulit kepala. Telur membutuhkan waktu sekitar 1 minggu untuk menetas (6 – 9 hari).

Nimpa : telur yang menetas akan berubah menjadi nimpa. Nimpa terlihat seperti kutu dewasa tetapi berukuran lebih kecil. Nimpa akan menjadi matang setelah 3 kali berubah dan menjadi dewasa dalam waktu 7 hari setelah menetas.

Dewasa : Kutu dewasa berukuran kira – kira sebesar biji wijen, memiliki 6 buah kaki. Dewasa betina biasanya berukuran lebih besar dari jantan dan dapat mengeluarkan 8 telur setiap hari. Untuk dapat bertahan hidup, kutu dewasa harus menghisap darah beberapa kali sehari. Tanpa darah, kutu dewasa akan mati dalam waktu 1 – 2 hari.


siklus kutu rambut


EPIDEMIOLOGI

Head lice banyak ditemukan pada anak usia 3 – 12 tahun. Merupakan “penyakit” tersering sesudah Common colds bagi anak balita dan sekolah dasar!

Jangan merasa bersalah! Head lice tidak berarti anda orangtua yang tidak higienes. Kondisi ini tak ada kaitannya dengan kebersihan. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja tanpa memandang sosioekonomi. Transmisi penyakit sebagian besar terjadi melalui kontak langsung kepala dengan kepala (kepala seseorang yang telah terinfestasi sebelumnya). Walaupun jarang, transmisi penyakit melalui perantara alat seperti sisir, sikat, dll juga dapat terjadi. Lice yang ditemukan di sisir biasanya dalam keadaan mati. Lice yang masih sehat sangat jarang meninggalkan kulit kepala. Hal ini disebabkan lice membutuhkan darah untuk bertahan hidup.

GEJALA KLINIS

Gejala klinis dan tanda yang sering ditemukan adalah :

· Gatal. Gatal pada kulit kepala disebabkan oleh reaksi alergi terhadap air liur kutu yang dikeluarkan sewaktu menghisap darah. Gatal kemerahan dapat ditemukan di kulit kepala, leher, dan bahu.

· Kutu dewasa pada kulit kepala. Tempat yang paling mudah untuk menemukannya adalah di belakang telinga dan sepanjang leher belakang.

· Telur kutu pada pangkal rambut. Telur kutu dapat menyerupai ketombe. Untuk membedakannya, telur kutu menempel pada rambut sehingga lebih sulit untuk diangkat.

Gambar 1. Telur kutu pada rambut


Gambar 2. ukuran kutu dewasa dibandingkan dengan rambut

DIAGNOSIS

Diagnosis dari kutu rambut dapat ditegakkan dengan menemukan nimpa hidup atau kutu dewasa pada kulit kepala atau rambut seseorang. Nimpa hidup atau kutu dewasa sangat sulit ditemukan. Hal ini disebabkan ukurannya yang kecil, cepat berpindah tempat, dan sering menghindari cahaya.

Apabila nimpa atau kutu dewasa tidak ditemukan, dugaan terhadap kutu rambut dapat dipikirkan apabila menemukan telur yang menempel kurang dari 1 cm dari pangkal rambut. Telur lebih mudah untuk ditemukan, terutama di daerah leher atau belakang telinga. Telur harus dibedakan dengan ketombe sebab telur lebih sulit dilepaskan akibat menempel karena perekat yang dihasilkan oleh kutu rambut.

Apabila pada kulit kepala tidak ditemukan nimpa atau kutu dewasa, dan telur ditemukan lebih dari 1 cm dari kulit kepala, maka kemungkinannya adalah akibat infestasi terdahulu dan sudah tidak aktif, sehingga tidak memerlukan pengobatan.

TATALAKSANA

Topikal Pedikulosida

Pedikulosida adalah suatu zat yang dapat membunuh parasit penyebab kutu rambut. pedikulosida tidak boleh diberikan pada anak dibawah usia 2 tahun. Pada anak dibawah 2 tahun, kutu rambut dapat dihilangkan dengan cara manual menggunakan tangan dan sisir serit (sisir dengan jarak antar garpu yang rapat).

· Permethrin (1%)

Saat ini merupakan pengobatan pilihan terhadap kutu rambut. Sediaan permethrin 1% berupa lotion yang dioleskan sebanyak 30 – 60 cc (aturan pakai dewasa, pada anak lihat pada kemasan obat) di rambut yang sebelumnya telah dicuci dengan sampo tanpa kondisioner kemudian dikeringkan dengan handuk terlebih dahulu. Lalu lotion ini dibiarkan selama 10 menit lalu dibilas kembali. Pengobatan ulangan dianjurkan apabila ditemukan kutu hidup 7 – 10 hari setelahnya. Permetrin tidak disetujui untuk pengobatan pada anak <2 tahun (FDA).

· Lindane (1%)

Merupakan senyawa organofosfat yang memiliki efek toksis terhadap susunan saraf pusat (SSP) apabila digunakan dengan tidak tepat. Lindane bukan obat pilihan pertama. Obat ini dapat menyebabkan kejang pada anak. Lindane menjadi pilihan bila sudah gagal dengan pengobatan sebelumnya (permetrin) atau tidak bisa menggunakan terhadap obat lini pertama (permetrin). Sediaan obat ini berupa shampo yang dapat dibeli menggunakan resep dokter. Oleskan sebanyak 30 – 60 cc. (aturan pakai dewasa, pada anak lihat pada kemasan obat) Pijatlah kulit kepala selama 4 menit lalu basahi sedikit dengan air agar merata. Sampo ini harus dibilas sebelum 10 menit. Pemakaian dapat diulang setelah 7 –10 hari apabila masih ditemukan kutu hidup. Lindane sebaiknya tidak digunakan untuk bayi prematur, seseorang dengan gangguan kejang, perempuan hamil dan menyusui, seseorang dengan kulit sensitif atau luka di tempat lindane akan diberikan, bayi, anak, lansia dan seseorang dengan berat kurng dari 49, 8 kg (110 pound).

REAKSI TOPIKAL/LOKAL. Reaksi topikal berupa gatal atau rasa panas di kulit kepala dapat terjadi akibat reaksi inflamasi kulit terhadap pengobatan. Reaksi ini dapat bertahan hingga beberapa hari dan bukan merupakan alasan utuk melakukan pengobatan ulangan. Untuk mengurangi gejala ini dapat digunakan antihistamin.

Menghilangkan Secara Manual

Membuang telur untuk mencegah penyebaran setelah pengobatan pedikulisid tidak diperlukan, karena hanya kutu hidup yang dapat menyebarkan penyakit. Pedikulosida tidak dapat menghilangkan 100%, oleh karena itu, telur dapat dihilangkan menggunakan sisir khusus / serit (terutama 1 cm dari kulit kepala).

Cara menghilangkan kutu rambut dengan cara manual adalah : basahi rambut anak, apabila tersedia gunakan kondisioner terlebih dahulu. Gunakan sisir serit setiap 3 – 4 hari sekali secara teratur sampai 2 minggu setelah terakhir kali anda menemukan kutu hidup. Rambut yang basah membuat kutu tidak dapat bergerak untuk sementara waktu, sedangkan kondisioner berfungsi untuk memudahkan penyisiran rambut.

PENCEGAHAN

Kutu rambut akan mati dalam 1 – 2 hari setelah jatuh dari kepala manusia. Kutu rambut umumnya menyebar melalui kontak langsung antara kepala dengan kepala (rambut dengan rambut). Untuk mencegah penyebaran dari kutu rambut maka hal yang dapat dilakukan adalah :

· Hindari kontak langsung rambut dengan rambut sewaktu bermain atau saat aktifitas di sekolah dan di rumah.

· Jangan saling meminjam topi, skarf, mantel, seragam olahraga, jaket, bandana atau topi baret .

· Jangan saling meminjam handuk, sisir , sikat. Cucilah menggunakan air panas (minimal 710 C selama 5 – 10 menit) sisir atau sikat yang digunakan oleh seseorang dengan kutu rambut.

· Jangan berbaring di kasur, sofa, bantal, karpet atau pada binatang berbulu yang kontak dengan seseorang dengan kutu rambut.

· Bersihkan lantai dan perabotan menggunakan vakum, terutama pada tempat dimana orang dengan kutu rambut duduk atau berbaring. Namun tidak perlu menghabiskan banyak uang dan waktu untuk membersihkan rumah.

· Cucilah baju, sprei, dan barang lain yang digunakan oleh sejak 2 hari sebelum pengobatan dimulai menggunakan air panas (540C). Baju dan pakaian yang tidak dapar dicuci dapat dicuci kering ATAU dirapatkan dalam kantong plastik dan disimpan selama 2 minggu.

· Jangan mencuci rambut dahulu selama 1-2 hari setelah pengobatan dengan obat kutu rambut. Jangan gunakan sampo dengan kondisioner sebelum pengobatan.

· Jangan gunakan semprotan fumigasi atau pengasapan; hal tersebut tidak dapat mematikan kutu rambut dan dapat bersifat racun apabila terhirup atau diserap melalui kulit.

ALGORITMA TATALAKSANA KUTU RAMBUT

logo_yop

Penulis : Mohamad Firas

Referensi :

1. http://www.cdc.gov/lice/index.html

2. http://www.dpd.cdc.gov/dpdx/HTML/Headlice.htm

3. http://aappolicy.aappublications.org/cgi/reprint/pediatrics;110/3/638.pdf

4. http://pediatrics.about.com/od/headlice/ig/Head-Lice-Pictures/Head-Louse-.htm

5. http://www.buchananschool.co.uk/headlice/life_cycle2.gif

6. http://www.mims.com/Page.aspx?menuid=mng&name=permethrin&brief=false#Dosage

7. http://z.about.com/d/pediatrics/1/0/r/3/lice_2.jpg

8. http://www.treehugger.com/head-lice-on-head.jpg

Kelas ASI (KLASI) Ibu Bekerja - BANDUNG 25 Okt 2009

Dear Smart Parents,

Air Susu Ibu (ASI) adalah anugerah terindah dari Sang Maha Pencipta,yang secara
alamiah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan ibu dan bayi.

Pemberian ASI EKSKLUSIF di 6 bulan pertama dan melanjutkan hingga umur 2 tahun
adalah anjuran yang telah men-dunia yang telah terbukti secara klinis sangat
baik bagi bayi dan ibunya.

Namun pada kenyataannya pemberian ASI Eksklusif sebagai makanan terbaik bayi,
tak jarang mengalami berbagai rintangan. Bekerja BUKAN hambatan untuk ibu
memberikan ASI eksklusif. Apa saja kiat
untuk sukses ASI eksklusif,Apa saja problema seputar ASI dan menyusui?
Temukan jawabannya di: Kelas ASI (KLASI) - Yayasan Orang Tua Peduli (YOP)

*Minggu, 25 Oktober 2009*

*pukul 09.00 - 13.00*

* Kantor INKUBATOR INDUSTRI BISNIS / KM HAKI ITB, Jl. Ganesa No 15 F Bandung *

*Materi :*

*Materi ASI + Pemutaran Video Pendukung, antara lain:*

1. Pengetahuan Dasar Tentang ASI serta Bagaimana Cara ASI di produksi.
2. Bagaimana menghadapi masa-masa Penuh Godaan saat menjalankan ASI eksklusif.
3. Tips&Trik ibu bekerja agar ASI Ekslusif tetap Lancar.
4. Teknik Menyusui (Pelekatan yang Benar, Berbagai posisi Menyusui yang tepat).
5. Cara Mengeluarkan ASI
6. Tata cara Penyimpanan ASI
7. Teknik Pemberian ASI Perah/Peras Pada Bayi.
8. Menilai Kecukupan Pemberian ASI pada bayi.
9. Rational Use of Drugs (RUD) bagi ibu Menyusui (obat-obatan yang aman/tidak
aman buat ibu menyusui).

*Praktek /DEMO
*-Teknik Memerah ASI

*DISKUSI KELOMPOK*

Melalui Diskusi kelompok ini peserta bisa sharing kiat-kiat menangani kendala di
kantor dan di rumah ketika kembali bekerja (misalnya bagaimana “mencuri waktu”
untuk memerah, bagaimana memerah tanpa ada fasilitas khusus ruangan, bagaimana
mengajukan usulan ada ruang ASI).

*Materi akan disampaikan oleh TIM ASI YOP *

Biaya Rp 60.000,- per orang, atau Rp. 110.000 untuk pasangan. Biaya ini sudah
termasuk makan siang dan CD materi.

Bagi yang berminat menjadi peserta, silakan mengisi dan mengirimkan formulir
pendaftaran di bawah ini ke yyang_maniez@yahoo.com dengan subject “Kelas ASI”. atau
sms ke 081394414422 (Dinny). Tempat Terbatas!

*Dianjurkan untuk tidak membawa anak.

Formulir Pendaftaran Kelas ASI

Nama Lengkap 1 : _____________________________ (diisi oleh peserta perorangan)

Nama Lengkap 2 : _________________________ (diisi apabila mengajak pasangan)

Alamat: __________________________________________________________

Nomor telepon/HP yang mudah dihubungi: _______________________________

Email yang aktif di gunakan: _____________________________ (untuk mengingatkan
peserta)

Jumlah anak: __________

Usia anak: ____________ (bulan/tahun)

Permasalahan yang sedang atau pernah dihadapi dalam proses menyusui:

__________________________________________________________

Salam SEHAT

Tim ASI Yayasan OrangTua Peduli - proudly supports breastfeeding

Pesat Jogja - 15 Nov 2009

Memang tak ada sekolah untuk menjadi orang tua. Maka tak heran jika orangtua
mudah panik bila anak sakit.  Juga mudah nervous untuk orang tua baru.
Selalu bertanya-tanya sudahkah saya memberikan yang terbaik untuk anak?
Apakah yang saya lakukan selama ini sudah benar?

Belum lagi pertanyaan-pertanyaan seperti : Si kecil tidak semontok anak
tetangga? Atau justru jauh lebih besar daripada anak kebanyakan?

Anak batuk pilek diinhalasi? Sudah benarkah? Bagaimana dengan Asma?

Anak saya terkena flek & harus minum obat selama 6 bulan. Bagaimana
memastikan anak saya tidak terpapar obat-obatan yang berlebihan?

Apa yang harus dilakukan ketika anak diare, demam & kejang, jatuh, menelan
benda kecil?

Mungkin itu semua adalah pertanyaan langganan hampir semua orang tua. Tentu
saja masih ada deretan pertanyaan yang terkait dengan kesehatan gigi anak,
tumbuh kembang, penggunaan multivitamin, imunisasi, dan yang (sepertinya)
tak  habis-habis dibahas: penggunaan antibiotik.

Sejauh mana pemahaman kita akan hal tersebut? Kita memang dituntut untuk
menjadi konsumen kesehatan yang cerdas, kritis, dan asertif sebagai upaya
melindungi keluarga kita.

Yayasan Orangtua Peduli kembali menghadirkan seminar setengah hari Program
Edukasi Orangtua Sehat (PESAT)  Yogyakarta, minggu, 15 Nopember 2009, 08.30
- 15.00 WIB (Lama kegiatan ± 6 jam).

Adapun topik-topik yang akan dibahas pada PESAT Yogyakarta 2009 adalah:

Topik 1 : Common Problem In Children (Penyakit-penyakit umum pada masa
kanak-kanak)
Diare, muntah, sakit perut berulang, selesma, dan asma adalah beberapa
penyakit yang sering diderita anak-anak. Kebanyakan penyakit langganan
anak-anak disebabkan oleh infeksi virus. Sudah pahamkah kita tata laksana
yang tepat untuk itu? Apakah memang betul anak-anak kita memerlukan
obat-obatan? (Does my child really need drugs?) Diskusikan di sini.

Topik 2 : Demam
Tuhan menciptakan mekanisme demam, pasti ada maksudnya.  Tahukah kita  bahwa
demam bukan penyakit, demam adalah gejala atau petunjuk adanya suatu
penyakit atau infeksi ? Kapan saat yang tepat untuk memberikan obat penurun
demam?  Berbahayakah kejang demam? Apakah tiap kali anak demam perlu diberi
obat anti kejang?  Agar tak selalu bingung dan panik ketika anak demam,
ikuti penjelasan tentang demam dan kejang demam, berikut tata laksana
penanganannya secara rasional.

Topik 3 : Rational Use Medicine (Penggunaan Obat Secara Rasional)

Apakah setiap gejala penyakit harus diobati (a pill for an ill)? Perlukah
kita mengetahui efek samping dari obat? Apa beda obat paten dengan obat
generik? Apa itu polifarmasi? dll. Jangan sampai ketinggalan diskusi ini
agar kita dapat lebih bijak dan rasional menggunakan obat.

TEMPAT:
Ruang Pertemuan RM. Adem Ayem lantai 2 Jl. P. Mangkubumi No.101 Yogyakarta

*PEMBICARA*
Pembicara PESAT terdiri dari pembicara tetap dan pembicara tamu.

*Pembicara Tetap :
Dr. Purnamawati, SpAk, MMPed.
Mantan staf pengajar di FKUI, aktif menyelenggarakan kegiatan seminar,
radiotalkshow, dan membina  milis (sehat@yahoogroups.com)  dan situs
kesehatan (www.sehatgroup.web.id) dengan satu tujuan, mencerdaskan konsumen
kesehatan Indonesia agar dapat mempersembahkan kehidupan yang lebih baik
untuk anak-anak.

*Pembicara Tamu :
Pembicara tamu ini berasal dari kalangan medis, baik akademisi maupun
praktisi, dan non medis yaitu dari orangtua *(smart parents).

Pembicara tamu kali ini adalah dr Yulianto Santoso K, dokter umum dari Markas Sehat Jakarta

*BIAYA*
Peserta perorangan : Rp.60.000,- per orang

Peserta pasangan/suami–istri: Rp.100.000,- per pasangan

*Biaya tersebut akan digunakan sebagai pengganti biaya penggandaan makalah,
konsumsi dan seminar kit.

**MEKANISME PENDAFTARAN DAN CARA PEMBAYARAN**

Media pendaftaran
*1. Daftar langsung melalui contact person berikut :
1) Fitri Andyaswuri 0812 272 0676
2) Chandra Rudy 085 6285 7669 atau 0274 552752
3) Diani Rahman 0274 3224540 atau 085 228 669 4452.

*2. Melalui email ke :  pesat.jogja@gmail.com, dengan Subjek: Pendaftaran

Melengkapi data diri calon peserta :
Nama Lengkap 1 : (diisi untuk peserta perseorangan)
Nama Lengkap 2 : (diisi apabila mengajak pasangannya)
Status : Belum menikah/Menikah
Alamat :
Nomor telepon/Hp yg mudah dihubungi:
Email yg aktif di gunakan: (untuk mengingatkan peserta)
Jumlah Anak :
Usia Anak :
Kepesertaan :
*Paket Pasangan/Perorangan

**Note : pendaftaran melalui milis tidak dilayani.

*Cara pembayaran bagi yang mendaftar melalui email:
1. Pembayaran dilakukan setelah mendapat konfirmasi pendaftaran dari email:
pesat.jogja@gmail.com

2. Melakukan pembayaran dengan cara transfer ke :

Bank Mandiri  1370006436717 a.n. Yanna Hudayanti
Bank BCA  4560379809 a.n. Yanna Hudayanti
Bank BNI Cabang UGM Yogya, no rek 0038217998 a.n. Fitri Andyaswuri

3. Konfirmasi pembayaran, melalui sms ke Yanna Hudayani 0816 68 3034 atau ke
Fitri Andyaswuri 0812 272 0676
atau email ke : pesat.jogja@gmail.com dengan Subjek: *Konfirmasi
Pembayaran.*
Cantumkan nama peserta, nama Bank, no rek, jumlah (Rp) & tanggal transfer

**Perhatian : apabila tidak menggunakan rekening sendiri harap mencantumkan
nama lengkap calon peserta.

**PERSYARATAN dan TATA TERTIB*
Demi kelancaran program edukasi ini, peserta diwajibkan mengikuti ketentuan
berikut :

1. Mohon memperhatikan dan mengikuti batasan-batasan waktu pendaftaran.
Diluar waktu, cara, dan contact person yang telah ditentukan di atas, semua
pendaftaran dan pembayaran dianggap tidak sah dan tidak diterima oleh
panitia.

2. Pendaftaran akan ditutup tanggal 10 Nopember 2009 atau setelah kuota
peserta terpenuhi.

3. Datang 30 menit sebelum acara dimulai untuk pendaftaran ulang dan
mengikuti kuis.

4. Membawa fotokopi buku kesehatan anak dan/atau copy resep dokter
anak(tidak wajib bagi yg single/belum memiliki anak), diserahkan pada waktu
daftar ulang.

5. Apabila peserta mengundurkan diri setelah PESAT dimulai dan/atau
ditengah-tengah PESAT, tidak ada pengembalian biaya.

Nah, jangan sampai ketinggalan PESAT lagi yah….segera daftarkan diri Anda!
Pertanyaan mengenai teknis dan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi
panitia pesat.jogja@gmail.com atau contact person tersebut di atas.

Salam SEHAT,
Panitia PESAT Yogyakarta

Search

Archives

Photo Events

Seminar Quo Vadis Puyer Di FKUI 3 Mei 2008 Pesat Bekasi Seminar Quo Vadis Puyer Di FKUI 3 Mei 2008 Pesat Bekasi

Body Mass Index



Jump to the BMI table »

Mailing List

Web Stats

Visits today: 30 | Visits : 42754